Minggu, 01 Januari 2012

Apa itu sejarah ?

APA ITU SEJARAH?

A.PENGERTIAN SEJARAH

1.Pengertian Sejarah

Menurut Jan Romein kata sejarah memiliki arti yang sama dengan kata “History” (Inggris), “Geschite”(Jerman), dan “Geschiedenis” (Belanda). Semuanya mengandung arti yang sama yaitu cerita tentang kejadian atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau.Sementara menurut sejarahwan William H. Frederick, kata sejarah di serap dari bahasa Arab “syajaratun” yang artinya pohon atau keturunan atau asal-usul yang kemudian berkembangdalam bahasa melayu “syajarah”. Sedangkan dalam bahasa Indonesia menjadi sejarah. Dari kata-kata di atas sejarah dapat di artikan gambaran tentang peristiwa-peristiwa atau kejadian pada masa lampau yang di alami manusia, disusun secara ilmiah, meliputi urutan-urutan waktu tertentu, diberi tafsiran dan analisa kritis sehingga mudah dimengerti dan dipahami.
Menurut pandangan ahli
•W.J.S Poerwadarminta :
- silsilah/asal usul
- kejadian/peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau
- ilmu,pengetahuan,cerita pelajaran tentang kejadian/peristiwa yang benar2 terjadi pada masa lampau.
•Moh. Ali
- Jumlah perubahan-perubahan, kejadian/peristiwa dalam kenyataan sekitar kita
- Cerita tentang perubahan, kejadian, peristiwa dalam kenataan di sekitar kita
- Ilmu yang bertugas menyelediki perubahan-perubahan kejadian dan peristiwa dalam kenyataan di sekitar kita.
•Herodotus (Yunani)
- peristiwa yang berkembang kearah depan dengan tujuan pasti, dan bergerak seperti garis lingkaran yang tinggi rendahnya diakibatkan oleh keadaan manusia.
•Ibnu Chaldun
- catatan tentang masyarakat. Umat manusia atau peradaban dunia dan tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada watak masyarakat itu.
•Moh. Hatta
- sejarah bukan sekedar cerita dari kejadian masa lalu, melainkan pemahaman di masa lampau, yang di dalamnya mengandung berbagai dinamika/problematika yang dapat dijadikan pelajaran bagi manusia berikutnya.
•Robert V. Daniels
- sejarah adalah kenangan dari masa silam dalam sejarah manusia.


2.Ciri-Ciri Utama Sejarah
•Peristiwa yang abadi
•Peristiwa yang unik
•Peristiwa yang penting




B.HAKEKAT DAN RUANG LINGKUP SEJARAH
1.Sejarah sebagai Peristiwa
Merupakan kejadian di masa lampau yang benar-benar terjadi.
Ciri :
- Dapat dijadikan momentum, punya arti dalam menentukan hidup orang banyak, peristiwa tersebut penting
- pristiwa itu tidak berubah-berubah, peristiwa yang abadi dan dikenang selamanya
- hanya terjadi 1 kali, tidak akan terulang persis sama peristiwa yang unik


2.Sejarah sebagai Kisah

cerita tentang masa lampau yang benar-benar terjadi

Ciri :
1. Bersifat subyektif (didasarkan pada pandangan pribadi)
pandangan individu dipengaruhi oleh :
- keyakinan yang bersumber dari agama,moral/etika lain nilai-nilai
- kepentingan
- kelompok social
- fakta yang dimiliki oleh sejarawan itu perbendaharaan pengetahuan
- kemampuan berbahasa : bahasa adalah alat komunikasi, sehingga dalam penulisan sejarah sangat dipengaruhi oleh gaya penyampaian didalam bahasa yan dipergunakan.
2. dapat diulang
3. dapat ditulis oleh siapa saja dan kapan saja.











3.Sejarah sebagai Ilmu

Menurut Koentowijoyo :

- sejarah itu bersifat empiris, didasarkan pada pengalaman dan pengamatan. Dari pengalaman tersebut kemudian diserap dalam suatu dokumen yang akan dipakai sebagaia sumber data
- memiliki objek, yaitu manusia, dilihat dari sudut pandang waktu
- memiliki teori (kausalitas,challenge dan response)
- mempunyai generalisasi : kebenarannya diakui umum
- langka-langkah penulisan sejarah :memiliki metode heuristic, ferifikasi, historiografi, interpretasi

Jadi, sejarah sebaga ilmu adalah pengetahuan yang mempelajari masa lampau, yang disusun secara kronologis dan sistematis, yang benar-benar terjadi.







4.Sejarah sebagai Seni

dlm rangka penulisannya, penulis sejarah memerlukan intuisi, imajinasi, emosi dan gaya bahasa

Intuisi
sering disebut dengan ilham, yaitu pemahan langsung dan insting selama masa penulisan berlangsung. Dalam hal ini, cara kerja penulis sejarah, hampir sama dengan seorang seniman. Tetapi cara kerja penulisan sejarah, didasarkan pada data/fakta
Imajinasi
kemampuan membayangkan suatu peristiwa sejarah sesuai dengan kejadian yang sesungguhnya
Emosi
dlm pnulisan sejarah diperlukan penggunaan bahasa yanag baik, bahasa yang baik dalam penulisan sejarah bukan berarti mempergunakan bahasa yng berlebihan, karena bahasa yang lugas seringkali justru lebih menarik untuk dibaca.



C.PERIODISASI, KRONOLOGI, KRONIK, DAN HISTORIOGRAFI DALAM SEJARAH
1. Konsep Periodisasi dalam Ilmu Sejarah
Periodisasi adalah pembabakan waktu yang digunakan untuk berbagai peristiwa. Periodisasi yang dibuat para ahli tentang suatu peristiwa yang sama dapat berbeda-beda bentuknya dikarenakan alasan pribadi atau subyektif. Sejarah merupakan sebuah proses perjalanan waktu yang sangat luas dan panjang areanya . dalam rentang waktu itulah sejarah melewati ratusan bahkan ribuan tahun dengan melibatkan perubahan dalam kehidupan manusia yang sangat banyak . mengkaji semua peristiwa sejarah yang luas dan panjang secara rinci sangatlah susah, untuk itulah maka digunakan pemisahan yang biasanya didasarkan pada momentum tertentu. Suatu momentum yang dapat memberikan petunjuk adanya karakteristik dari suatu kurun waktu yang satu berbeda dengan kurun waktu lainnya . hal itulah yang dinamakan dengan periodisasi sejarah. Contoh periodisasi sejarah dalam masyarakat tradisional biasanya di dasarkan pada kurun waktu kekuasaan raja. Secara umum periodisasi sejarah Indonesia dikelompokan menjadi beberapa jaman yitu :
-prasejarah (jaman batau dan jaman logam )
-masuk dan berkembangnya pengaruh budaya India
-masuk berkembangnya islam
-jaman kolonial
-jaman pendudukan jepang
-revolusi kemerdekaan
-masa orde lama
-masa orde baru
-masa reformasi
Tujuan di buatnya periodisasi bukan berarti memutuskan peristiwa yang satu dengan yang lainnya , karena dalam sejarah aspek kesinambungan dan kontinuitas merupakan suatu hal yang pokok

2. Konsep Kronologi dalam Ilmu Sejarah
Kronologi adalah penentuan urutan waktu terjadinya suatu peristiwa sejarah. Kronologi berdasarkan hari kejadian atau tahun terjadinya peristiwa sejarah.
Manfaat kronologi adalah:
-dapat membantu menghindarkan terjadinya kerancuan dalam pembabakan waktu sejarah.
-dapat merekonstruksi peristiwa sejarah dimasa lalu berdasarkan urutan waktu dengan tepat.
-dapat menghubungkan dan membandingkan kejadian sejarah di tempat lain dalam waktu yang sama.

Karena kompleksnya peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan manusia pada setiap kurun waktu , maka peristiwa –peristiawa tersebut terlebih dahulu harus dikelompokan berdasarkan bentuk atau jenis tertentu (periodisasi) . setelah itu barulah disusun secara kronologis (berdasarkan urutan waktu kejadian ). Tujuan dibuatnya kronologi dalam sejarah adalah agar penyusunan berbagai peristiwa sejarah dalam periodisasi tertentu tidak tumpangtindih atau rancu dengan metode lainnya . kronologi sejarah berarti sesuai dengan urutan waktu kejadian dari peristiwa sejarah tersebut , sehingga tidak berlangsung secara loncat-loncat . walaupun demikian susunan kejadian berdasarkan urutan waktu tersebut harus tetap berkisinambungan dan menunnjukan kuasalitas (sebab-akibat) . penyusunan peristiwa berdasarkan urutan waktu tanpa adanya hubungan sebab akibat dinamakan kronik , bukan sebagai sejarah



3. Konsep Kronik dalam Ilmu Sejarah

Kronik adalah catatan tentang waktu terjadinya suatu peristiwa sejarah.


4. Historiografi dalam Ilmu Sejarah
Historiogray adalah oses penyusunan fakta-fakta sejarah dan berbagai sumber yang telah diseleksi dalam sebuah bentuk penulisan sejarah. Setelah melakukan penafsiran terhadap data-data yang ada, sejarawan harus sadar bahwa tulisan itu bukan hanya sekedar untuk kepentingan dirinya, tetapi juga untuk dibavca orang lain. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan struktur dan gaya bahasa penulisan nya. Sejarawan harus menyadari dan berusaha agar orang lain dapat mengerti pokok-pokok pemikiran yang diajukan.


D.JENIS-JENIS SEJARAH
1.Sejarah Lokal
Merupakan suatu peristiwa yang telah terjadi hanya meliputi suatu daerah dan tidak menyebar ke daerah lainnya. Misalkan sejarah local tentang suatu daerah : hanya memuat masalah awal suatu daerah tersebut seperti asal usul daerah daerah bersangkutan sampai kepada perkembangan daerah itu pada masa berikutnya.
2.Sejarah Nasional
Sejarah Nasional Indonesia, pengertian tentang Sejarah Indonesia
sebenarnya baru terdapat sejak tahun 1942. Sebelum itu
pengajaran sejarah di Indonesia masih menggunakan Sejarah
Hindia Belanda. Materi Sejarah Hindia tentu saja lebih banyak
berorientasi pada kepentingan politik penjajah yang banyak
menceritakan sejarah bangsa Belanda di Indonesia sejak tahun
1600. Tahun-tahun sebelumnya dianggap oleh Belanda sebagai
suatu pendahuluan singkat dari cerita Belanda di
Indonesia.Dengan runtuhnya pemerintah Hindia Belanda pada
tahun 1942, pengajaran sejarah di Indonesia mengalami masa
baru. Hampir semua buku atau diktat yang diterbitkan pada masa
itu menggunakan istilah Sejarah Indonesia, Sejarah Tanah Air,
Sejarah Kebangsaan, Sejarah Nasional, Sejarah Nusantara, dan
lain sebagainya. Dalam perubahan ini yang terpenting adalah
perubahan pembabakan waktu atau periodisasi, misalnya, terdapat
istilah Zaman Penjajahan VOC (1602-1799), Zaman
Kemerdekaan, dan Iain-lain. Para penyusun sejarah Indonesia
berlomba-lomba agar materi sejarah yang disajikannya akan
sanggup menempa pembacanya menjadi warga negara yang
memiliki sifat kebangsaan. Itu semua dilukiskan dengan adanya
penggambaran perjuangan yang patriotik dari bangsa Indonesia
terhadap usaha-usaha bangsa lain untuk merongrong
kemerdekaan Indonesia. Dengan demikian, pengajaran sejarah
Indonesia oleh guru-guru sejarah menjadi sangat penting.


3. Sejarah Dunia
Sejarah Dunia telah kita ketahui bahwa perkembangan dunia

dewasa ini sangat pesat sehingga sukar bagi seseorang untuk
mengikuti secara terus menerus. Di antara kejadian-kejadian itu
terdapat peristiwa-peristiwa penting dan kurang penting.
Peristiwa-peristiwa yang dianggap penting kemudian dicatat
sebagai kejadian yang bersejarah dan secara cepat tersiar ke
seluruh dunia. Di samping itu, seringkali peristiwa-peristiwa yang
terjadi pada suatu negara erat kaitannya dengan peristiwa yang
terjadi pada belahan bumi yang lain. Untuk itulah mempelajari
sejarah dunia, juga penting artinya untuk memahami sejarah
nasional suatu bangsa. Sebagai contoh kedatangan Herman
Willem Daendels sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda,
tidak lepas dari pendudukan Perancis (Napoleon Bonaparte)
terhadap negeri Belanda di Eropa.


4. Sejarah Geografi
Ilmu geografi sangat membantu dalam pengkajian sejarah terutama dalam penentuan tempat peristiwa sejarah


5. Sejarah Ekonomi
Sejarah ekonomi merupakan sejarah mengenai perekonomian.
Pada awalnya masyarakat yang sederhana mencukupi kebutuhan
hidupnya dengan mengambil dari apa yang ada di alam sekitarnya
(food gathering). Berkat kecerdasan yang dimiliki dan karena
kebutuhan yang terus meningkat maka manusia mulai
menghasilkan bahan makanan yang diperlukan (food producing).
Pada mulanya, sistem ladang yang dikerjakan kemudian sistem
sawah sehingga kebutuhannya makin mudah dapat dipenuhi.
Setelah hubungan ekonomi dengan luar dilakukan, orang mulai
mengusahakan perkebunan yang penghasilannya lebih tinggi.
Sementara itu, manusia mulai mengusahakan guna memenuhi
kebutuhan yang bersifat sekunder. Makin luasnya hubungan
dengan dunia luar maka kegiatan ekonomi ditingkatkan menjadi
industri. Hubungan antarbangsa memungkinkan dilakukan
perdagangan yang lebih luas sehingga mencapai tingkat dunia.

6.Sejarah Ketatanegaraan dan Politik Pemerintahan

Sejarah politik merupakan sejarah yang membicarakan soal
keterkaitan manusia dengan pemerintahan. Bentuk sejarah politik
yang lama adalah sejarah kerajaan. Datangnya bangsa Barat yang
menimbulkan sistem penjajahan di Indonesia juga memperkaya
penulisan sejarah politik.

7.Sejarah Sosial
Sejarah sosial mempunyai bahan garapan yang sangat luas dan
beraneka ragam. Kebanyakan sejarah sosial juga mempunyai
hubungan dengan sejarah ekonomi, sejarah politik, dan bidangbidang
lain. Contoh sejarah sosial-ekonomi, misalnya mengenai
kemiskinan rakyat Indonesia pada masa penjajahan kolonial
Belanda yang ternyata merupakan dampak dari kebijakan
pemerintahan kolonial berupa tanam paksa. Ini berarti ”waktu”
tetap memegang peranan dalam penulisan sejarah. Ketika suatu
tulisan tidak memuat unsur waktu maka tulisan tersebut tidak
dapat disebut sebagai tulisan sejarah. Sebagai contoh dari sejarah
sosial ini adalah disertasi dari Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo yang
berjudul Pemberontakan Petani Banten 1888.



E.MANFAAT BELAJAR SEJARAH
1.Kegunaan edukatif
kegunaan sejarah yang pertama adalah sebagai edukatif atau pelajaran. banyak manusia yang belajar dari sejarah.
belajar dari pengalaman yang pernah dilakukan.pengalaman tidak hanya terbatas pada pengalaman yangdialaminya sendiri,
melainkan juga dari generasi sebelumnya.manusia melalui belajar dari sejarah dapat mengembangkan potensinya. kesalahan pada masa lampau, baik kesalahan sendiri maupun kesalahan orang lain coba dihindari.
smentara itu, pengalaman yangbaik justru harus ditiru dan dikembangkan. dengan demikian, manusia dalam menjalani kehidupannya tidak berdasarkan coba-coba saja (trial and error), seperti yang dilakukan oleh binatang. manusia harus berusaha menghindari kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.
2.Kegunaan inspiratif
kegunaan sejarah yang kedua adalah sebagai inspiratif. berbagai kisah sejarah dapat memberikan inspirasi pada pembaca dan pendengarnya. belajar dari kebangkitan nasional yang dipeloporii oleh bedirinya organisasi perjuangan yangmodern di awal abad ke-20, masyarakat Indonesia sekarang berusaha mengembangkan kebangkitan nasional ang ke2. Pada kebangkitan nasional yang pertama, bangsa indonesia berusaha merebut kemerdekaan yang sekarang ini sudah dirasakan hasilnya.
untuk mengembangkan dan mempertahankan kemerdekaan , bangsa indonesia ingin melakukan kebangkitan nasional yang ke-2 , dengan bercita-cita mengeajar ketertionggalan dari bangsa asing. bangsa indonesia tidak hanya ingin merdeka, tetapi juga ingin menjadi bangsa yang maju, bangsa yang mampu menyejahterakan rakyatnya. untuk itu, bangsa indonesia harus giat menguasai IPTEK karena melalui IPTEK yang dikuasai, bangsa indonesia berpeluang menjadi bangsa yang maju dan disegani, serta daapat ikut serta menjaga ketertiban dunia.
3.Kegunaan rekreatif
kegunaan sejaraha yang ketiga adalah sebagai kegunaan rekreatif. kegunaan sejarah sebagai kisah dapat memberi suatu hiburan yang segar. melalui penulisan kisah sejarah yang menarik pembaca dapat terhibur. gaya penulisan yanghidup dan komunikatif dari beberapa sejarawan terasa mampu “menghipnotis” pembaca. pembaca akan merasa nyaman membaca tulisan dari seajarawan. konsekuensi rasa senang dan daya taraik penulisan kisah sejarah tersebut membuat pembaca menjadi senang. membaaca menjadi media hiburan dan rekreatif. membaca telah menjadi ibagian dari kesenangan. membaca tealah dirasakan sebagai suatu kebutuhan, yaitu kebutuhan yang untuk rekreatif.
pembaca dalam mempelajari hasil penulisan sejarah tidak hanya merasa senang layaknya membaca novel, tetapi juga dapat berimajiasi ke masa lampau. disini peran sejarawan dapat menjadi pemandu (guide). orang yang ingin melihat situasi suatu daerah di masa lampau dapat membacanya dari hasil tulisan para sejarawan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar